music_note
Acoustic Pop
music_note
Ambient Pop
music_note
Country
music_note
Folk Rock
music_note
Indie Folk
music_note
Indonesian Folk
music_note
Indonesian Indie
library_music
3 Lagu
Float dibentuk di Jakarta pada tahun 2004 oleh Hotma Roni Simamora / Meng (vokal & gitar akustik), Windra Benyamin (gitar/piano), dan Raymond Agusran (drum). Float menciptakan lanskap suara folk pop atmosferik yang sangat menyejukkan hati. Album soundtrack film mahakarya '3 Hari Untuk Selamanya' (2007) garapan sutradara Riri Riza melambungkan lagu 'Sementara', 'Tiap Senja', 'Surrender', dan 'Stupido Ritmo' menjadi lagu perjalanan hidup yang paling dicintai para petualang dan pecinta alam di Indonesia.
Float dibentuk di Jakarta pada tahun 2004 oleh Hotma Roni Simamora / Meng (vokal & gitar akustik), Windra Benyamin (gitar/piano), dan Raymond Agusran (drum). Float menciptakan lanskap suara folk pop atmosferik yang sangat menyejukkan hati. Album soundtrack film mahakarya '3 Hari Untuk Selamanya' (2007) garapan sutradara Riri Riza melambungkan lagu 'Sementara', 'Tiap Senja', 'Surrender', dan 'Stupido Ritmo' menjadi lagu perjalanan hidup yang paling dicintai para petualang dan pecinta alam di Indonesia.
Tentang Float
Float dibentuk di Jakarta pada tahun 2004 oleh Hotma Roni Simamora / Meng (vokal & gitar akustik), Windra Benyamin (gitar/piano), dan Raymond Agusran (drum). Float menciptakan lanskap suara folk pop atmosferik yang sangat menyejukkan hati. Album soundtrack film mahakarya '3 Hari Untuk Selamanya' (2007) garapan sutradara Riri Riza melambungkan lagu 'Sementara', 'Tiap Senja', 'Surrender', dan 'Stupido Ritmo' menjadi lagu perjalanan hidup yang paling dicintai para petualang dan pecinta alam di Indonesia.
Float dibentuk di Jakarta pada tahun 2004 oleh Hotma Roni Simamora / Meng (vokal & gitar akustik), Windra Benyamin (gitar/piano), dan Raymond Agusran (drum). Float menciptakan lanskap suara folk pop atmosferik yang sangat menyejukkan hati. Album soundtrack film mahakarya '3 Hari Untuk Selamanya' (2007) garapan sutradara Riri Riza melambungkan lagu 'Sementara', 'Tiap Senja', 'Surrender', dan 'Stupido Ritmo' menjadi lagu perjalanan hidup yang paling dicintai para petualang dan pecinta alam di Indonesia.