Hard Rock
Progressive Rock
Heavy Metal
Classic Rock
Indonesian Rock
About God Bless
God Bless adalah supergroup hard rock, progressive rock, dan heavy metal legendaris terbesar dalam sejarah musik Indonesia yang dibentuk di Jakarta pada 5 Mei 1973 oleh Achmad Albar (vokal utama), Ian Antono (lead gitar/komposer utama), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum). Diakui sebagai bapak dan ikon musik rock Indonesia yang membuka jalan bagi seluruh generasi musisi rock tanah air selama lebih dari 50 tahun berkarier.
Album-album masterpiece legendaris mereka seperti God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988 - album rock terlaris di Indonesia dengan penjualan lebih dari 400.000 keping), Raksasa (1989), dan Apa Kabar (1997) melahirkan deretan lagu kebangsaan bangsa: 'Rumah Kita' ('Lebih baik di sini, rumah kita sendiri...'), 'Panggung Sandiwara' ('Dunia ini panggung sandiwara...'), 'Kehidupan', 'Semut Hitam', 'Syair Kehidupan', 'Menjilat Matahari', 'Bis Kota', 'Musisi', dan 'Huma di Atas Bukit'.
Bagi setiap pemain gitar akustik dan elektrik di Indonesia, lagu 'Rumah Kita' (progresi akor C - F - C - F - C - G) dan 'Panggung Sandiwara' (akor C - Em - F - G) adalah materi wajib pembelajaran gitar paling sakral yang dihafal seluruh generasi.
God Bless adalah supergroup hard rock, progressive rock, dan heavy metal legendaris terbesar dalam sejarah musik Indonesia yang dibentuk di Jakarta pada 5 Mei 1973 oleh Achmad Albar (vokal utama), Ian Antono (lead gitar/komposer utama), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum). Diakui sebagai bapak dan ikon musik rock Indonesia yang membuka jalan bagi seluruh generasi musisi rock tanah air selama lebih dari 50 tahun berkarier.
Album-album masterpiece legendaris mereka seperti God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988 - album rock terlaris di Indonesia dengan penjualan lebih dari 400.000 keping), Raksasa (1989), dan Apa Kabar (1997) melahirkan deretan lagu kebangsaan bangsa: 'Rumah Kita' ('Lebih baik di sini, rumah kita sendiri...'), 'Panggung Sandiwara' ('Dunia ini panggung sandiwara...'), 'Kehidupan', 'Semut Hitam', 'Syair Kehidupan', 'Menjilat Matahari', 'Bis Kota', 'Musisi', dan 'Huma di Atas Bukit'.
Bagi setiap pemain gitar akustik dan elektrik di Indonesia, lagu 'Rumah Kita' (progresi akor C - F - C - F - C - G) dan 'Panggung Sandiwara' (akor C - Em - F - G) adalah materi wajib pembelajaran gitar paling sakral yang dihafal seluruh generasi.